http://www.glenduoh.co.cc/
Hopefully I have enough happiness to make me happy, just trial to make me strong, enough pain to make me into Indeed, human, and enough hope to make a positive of my life

Cara Mengatasi Marah

0

Kendalikan Marah Sebelum Marah Mengendalikan

“Memelihara Keseimbangan Emosi Diri Memerlukan Keyakinan, Percaya Diri, Waktu, Kerja Keras, Kesabaran, Usaha Serius, Sikap Tidak Menyerah. Di Mana, Semuanya Itu Harus Dalam Keadaan Yang Tak Tergoyakan Oleh Badai Kehidupan Seperti Apa Pun.”-Djajendra

Sudahkah Anda memiliki niat untuk mengendalikan emosi marah Anda, atau sudahkah Anda berlatih agar emosi marah hilang dari diri Anda? Kalau sudah, rawat dan jagalah emosi baik Anda sesempurna mungkin. Kalau belum, saatnya Anda mulai berlatih dan belajar untuk menghapus emosi marah Anda.
Anda perlu memahami bahwa sebaik apa pun Anda bila memiliki benih emosi marah, maka dalam waktu sekejap Anda bisa berubah menjadi jahat.
Mengeluarkan kata-kata umpatan yang melecehkan kehormatan dan harga diri orang lain, adalah emosi marah yang paling negatif.
Setiap kali Anda mengeluarkan kata-kata umpatan kepada orang lain hanya akan menciptakan jarak hati yang semakin menjauh, yang semakin mengembangkan rasa dendam dan benci di hati masing-masing. Jadi, sebaik apa pun hubungan Anda dengan seseorang bila emosi marah menguasai hubungan itu, maka pastilah hubungan itu akan menjadi neraka buat Anda berdua.
Setiap orang sangatlah penting untuk memahami bahaya dari emosi marah. Sebab, emosi marah berpotensi merusak kebahagiaan, kenyamanan, dan kesehatan hidup.
Emosi marah hanya akan menghasilkan kerugian buat Anda dan orang-orang yang terkena dampak emosi marah tersebut. Oleh karena itu, jangan pernah berharap ada kedamaian dalam emosi marah, dan jangan pernah berpikir bahwa ada manfaat dari sikap marah-marah Anda. Marah-marah tetaplah emosi negatif yang akan menggerogoti kebahagiaan, kenyamanan, kedamaian, dan kesehatan Anda.
Penyebab utama emosi marah adalah sikap mental yang kurang percaya diri. Di mana hal ini akan terlihat dalam bentuk ego diri yang merasa lebih hebat, sering mis komunikasi, keras kepala, suka ngotot, tidak menghargai cara berpikir orang lain, suka curiga pada orang lain, selalu berperasangka buruk, rendah diri, dan takut disaingi orang lain.
Semua perilaku di atas akan membawa Anda untuk bersahabat dengan emosi marah. Dan akhirnya Anda akan hidup dalam kebiasaan-kebiasaan yang takut dinilai, dikritik, serta membangun tembok untuk mempertahankan diri dari segala dinamika kehidupan yang ada. Anda akan memanipulasi pola hidup Anda dengan bantuan kebiasaan-kebiasaan negatif Anda. Semuanya ini pasti akan membuat Anda hidup dalam kesepian, kekosongan, ketakutan, dan kebodohan.
Untuk menghindari pola hidup dengan kebiasaan-kebiasaan negatif seperti diatas, maka Anda perlu mengenal diri Anda yang sejati; Anda perlu memahami bahwa marah itu berbahaya; Anda perlu merenung bersama sifat baik Anda; Anda perlu menanam pikiran positif dalam diri Anda; dan Anda perlu tersenyum dengan segala sikap baik Anda kepada kehidupan.


Marah yang bila diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris ‘angry atau mad’ adalah perasaan sangat tidak suka, tersinggung, kesal karena diperlakukan tidak sepantasnya. Banyak kata-kata bijak yang mengatakan betapa banyak kerugian (secara psikologis) yang di derita akibat rasa marah yang timbul, antara lain: kehilangan sekian kalori tenaga yang mestinya bisa diguna-kan untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat, bisa tertekan atau stress, tidak disukai oleh lingkung-annya dan masih banyak lagi kerugian-kerugian lainnya akibat timbulnya rasa marah. Oleh karena itu marilah kita bersama-sama membahas beberapa cara untuk menangkal kemarahan yaitu:

1. Memiliki perhatian murni

Perhatian murni adalah kehadiran pikiran dan kewaspadaan, saat kemarahan timbul, kita harus secepatnya menyadari rasa marah di dalam diri kita, lalu cepat-cepat kita catat, mengaku salah, atau mengatakan di dalam batin. Raut wajah akan cepat keriput, ekspresi wajah akan menjadi gelap, kusam dan umur pendek bila kita sering marah. Kemarahan yang sering tidak terkendali lambat laun akan menutupi akal sehat kita dan tidak tertutup kemungkinan, akal sehat kita bisa terganggu karena rasa marah telah menguasai kita. Ada pendapat yang mengatakan bahwa menunjukkan kemarahan secara terang-terangan dan meledak akan membahayakan diri kita sendiri.

Kita jangan terpengaruh pada objek (kondisi orang yang menyebabkan kita marah), secepatnya kita harus mengalihkan kepada perhatian murni kita. Jangan sekali-kali kita menggertakkan gigi atau mengepalkan tangan, bila rasa marah timbul. Perhatian murni akan cepat menjernihkan pikiran dan kesadaran kita. Jadi, langkah pertama adalah melatih perhatian murni jika kita menjadikannya sebagai kebiasaan untuk menyadari setiap perubahan keadaan batin kita, kita dapat menjadi sangat baik sehingga mampu meredam kemarahan pada saat ia muncul.

2. Bersikap Tetap Tenang

Seni bersikap tenang dan hening merupakan sesuatu yang cukup langka dalam dunia mod­ern kita. Derap kehidupan yang bising, ketidak sabaran, penekanan pada perolehan materi, produksi dan konsumsi yang sembarangan, pengaruh media iklan yang meresap dan di berbagai seni kehidupan modern lainnya, telah mengambil bagian terhadap erosi keutuhan moral dan nilai-nilai keagamaan. Mereka juga telah menyebabkan pikiran lebih rentan terhadap keresahan, hasutan, kegelisahan, ketakutan, dan kemarahan. Berusahalah kita mengembangkan keseimbangan spiritual, kesadaran, ketenangan, dan keheningan dengan disiplin bermeditasi. Meditasi sangat efektif mengurangi semuabentuk kemarahan, kebencian dan keinginan jahat. Dengan memelihara ketenangan dalam segala hal yang kita lakukan, pikiran kita akan menjadi jernih dan tidak teratasi oleh siapa pun, dan tidak akan pernah merasa tegang. Dalam ketenangan dan keheningan itu, kita akan menemukan sejumlah kekuatan dan energi untuk menyelesaikan tugas-tugas dan tujuan-tujuan anda.

3. Perenungan tentang kehidupan

Yang Sangat Singkat dan Kematian. “Ah! apa untungnya kalau marah-marah terus, hidup manusia sangatlah singkat, kita semua akan segera mati. Kemarahan tidak akan membawaku kemanapun tetapi, malah sebaliknya akan menyusahkanku. Oleh karena itu biarlah aku mengerjakan tanpa menjadi sedih atau kecewa. Aku mau hidup damai dengan diriku dan dunia“. Dengan berpikir bijaksana seperti itu, kita bisa menenangkan diri dan mengatasi kemarahan. Dengan merenungkan kematian juga akan menggerakkan kita untuk berusaha menjalani kehidupan yang berarti,serta tidak membuang-buang waktu kita pada pencarian yang tidak bermanfaat. “Kehi­dupan tidaklah pasti tetapi kema­tian adalah pasti”.

4. Renungkan akibat buruk dari kemarahan

“Dengan marah kepada pihak lain, anda mungkin, atau tidak, membuatnya menderita”, dan dengan marah, anda seperti orang yang ingin memukul pihak lain dan mengambil bara api sehingga anda sendiri yang pertama terbakar”. Emosi yang tidak sehat bisa mengganggu keseimbangan biokimia tubuh. Zat kimia yang dihasilkan tubuh sebagai akibat dari emosi ini bisa sangat mengganggu berbagai organ seperti thyroid, lapisan adrenalin, sistem pencernaan, dan organ-organ reproduksi. Lebih gamblangnya, kemarahan bisa menyebabkan kenaikan tekanan darah, detak jantung dan konsumsi oksigen. Bila kemarahan mencapai tingkat kronis bisa menyebabkan penyakit-penyakit seperti radang dinding lambung, sakit jantung, maag bahkan kanker.

5. Bercerminlah

Yakinlah bahwa wajah kita akan berubah buruk ketika rasa marah muncul. Dan bercerminlah menengok wajah kita sesaat rasa marah kita timbul. Saat timbul rasa marah, kita akan mengurutkan dahi dan ada noda pada wajah yang mulus bersih. Orang yang selalu tersenyum dan bersifat baik, yang sangat jarang marah akan disukai dan disambut oleh semua orang.

6. Ingat kebaikan-kebaikan si objek marah

Setiap orang memiliki beberapa sifat baik, jika kita mengingat sisi kebaikan orang lain, kita tak akan sangat marah pada-nya. la mungkin pemah membantu kita sebelumnya ketika kita mengingat sifat-sifat baiknya dan hal-hal yang sudah dilakukan untuk kita sebelumnya, kita akan melunak dan tenang. Kita juga harus ingat tiada seorangpun yang sempurna dan kita pun memiliki kesalahan-kesalahan. Dikatakan bahwa lebik baik melihat satu kesalahan dalam diri sendiri dari pada ribuan kesalahan orang lain.

7. Diamlah!

Kapan saja kita marah, kita seharusnya tidak bertindak atau berkata apapun, kita mung­kin melakukan atau mengatakan sesuatu yang menyakitkan yang akan kita sesali kemudian. Selanjutnya ketika kita minta maaf, itu sudah terlambat, karena kesalahan sudah dilakukan. Orang yang terluka mungkin tidak bisa mengubah sikap atau perasaannya terhadap kita. Jadi, kapan saja kemarahan timbul, kita harus diam dan bersikap seperti balok kayu. Hanya setelah kita mengatasi kemarahan, barulah kita menga­takan atau melakukan sesuatu.

8. Bertanyalah! mengapa kita marah ?

Bila kita diabaikan dihina oleh sesorang, kita akan marah dan kecewa, semua ini karena ego kita. kita harus menyadari kenapa kita marah? apakah karna perkataan “mereka” benar?atau menyinggung kita?. Kita harus selalu bertanya pada diri kita kenapa kita marah, jika perkataan atau perbuatan “orang” yang menghina, mengabaikan kita tidak benar…untuk apa marah?jika benar kenapa kita tidak menggangap saja sebagai suatu saran atau untuk mengkoreksi diri kita?

9. Renungkan bahwa kita semua punya hubungan

Tanpa permulaan, itulah lingkaran hubungan sosial kita. kita telah melalui hidup ini dengan orang lain dan menjalani hubungan yang satu dengan yang lain, untuk waktu yang sangat lama sehingga pada suatu masa kita telah berhubungan dengan yang lainnya. Oleh karena itu sungguh tak pantas bagi kita untuk membenci orang yang dahulu pernah berhubungan dengan kita. Dengan berpikir bijaksana seperti ini, kemarahan kita juga bisa reda.

10. Maafkan

Salah satu alasan kema­rahan kita adalah ketidak mampuan kita untuk memaafkan dan melupakan. Jadi kita mudah tersinggung dan akibatnya kita cenderung menyimpan kepahitan, kebencian, ataurasapermusuhan. Meskipun mungkin kita berpikir bahwa kita telah memaafkan, tetapi di dalam lubuk hati kita belum memaafkan sepenuhnya. Secara sadar atau tidak, kita masih tetap menyimpan kepahit­an atau kebencian. Jika kita bisa belajar untuk melepas, untuk memaafkan secara spontan dan sepenuhnya, kita akan hidup lebih ringan dan bahagia tanpa kemana-mana membawa beban kebencian kita.

11. Menghitung sampai sepuluh

Dengan menghitung dari satu sampai sepuluh, kita punya waktu istirahat (jeda) sehingga kita memiliki kesempatan untuk mengeliminasi bahkan menghilangkan amarah kita. Saat hitungan kita sampai ke sepuluh, berarti sudah sekian detik-menit kita menunda rasa marah dan mereduksinya sampai hilang.

12. Melampiaskan dalam coretan atau buku harian

Bila ada yang menghina dan mencela kita tanpa ada alasan yang jelas dan celaannya sangat menyakitkan, tidak ada salahnya bila kita melampiaskan rasa amarah kita dengan melukiskan namanya (yang marah terhadap kita) besar-besar di kertas kosong, lalu dicoret dengen spidaul ukuran besar, dan juga jangan lupa, dan setelah itu tuangkan rasa amarah kita dalam buku harian sehingga perasaan-perasaan kesal dongkol bisa keluar ‘tersalurkan’. Buku harian adalah teman kita yang sejati dan jujur, ia tidak pernah memberitahukan rahasia kita kepada orang lain dan ia akan selalu ‘membuka’ hati untuk kita me­lampiaskan amarah kita.

sumber : Berbagai Sumber
Read more

Umur Umat Islam Tinggal 59 Tahun Lagi??

0
Menurut Muhammad Amin Jamaluddin, ketika beliau menafsirkan beberapa hadits
mengenai umur ummat Yahudi, Kristen, ummat Islam, diisyaratkan umur
ummat Islam itu 1500 tahun. Sekarang sudah 1428 Hijriah, jadi tinggal 72
tahun lagi. Itu belum dipotong waktu perjuangan Muhammad ketika di
Makkah, yang memakan waktu 13 tahun. Jadi umur ummat Islam tinggal
kira-kira 59 tahun.

Nah, kalau masa kekhalifahan di akhir zaman --yang menurut hadits akan
berlangsung 40 tahun-- terjadi pada masa damai, maka huru-hara besar itu
akan terjadi dalam kurun waktu kurang dari 23 tahun ke depan ini.
Kemunculan khilafah akan didahului oleh terjadinya huru-hara, dimana
kaum Muslimin berada di bawah komando Imam Mahdi.

Kemunculan Imam Mahdi juga akan ditandai dengan munculnya bintang
berekor atau komet. Menurut yang saya dengar dari para astronom, komet
akan muncul tahun 2022. Jadi kalau pada saat itu muncul Imam Mahdi,
sebuah perhitungan yang sangat mungkin. Bisa jadi kemunculan Imam Mahdi
justru akan lebih cepat daripada itu.

Berikut kutipan dari penuturan Ust Ihsan Tanjung mengenai hari akhir zaman:

Apa ciri-ciri khusus Imam Mahdi itu?
Menurut Rasulullah Saw, namanya seperti nama Rasulullah dan ayahnya pun
sama dengan ayah Rasulullah.

Saat muncul, Imam Mahdi berusia berapa?
Kira-kira seusia Nabi ketika pertama kali perang. Rasulullah pertama
kali perang ketika usianya sekitar 55 tahun, Perang Badar.

Kalau begitu, saat ini sebenarnya Imam Mahdi sudah ada ya?
Ya, sudah ada, tapi oleh Allah Swt belum dimunculkan. Kalau sekarang
kita tidak tahu Imam Mahdi itu siapa, bukan hal yang aneh, karena memang
ia fenomena yang akan muncul mendadak.

Bukankah sudah ada beberapa orang yang mengaku sebagai Imam Mahdi?
Tidak bisa. Imam Mahdi itu dibaiat oleh 313 pemuda di Ka'bah. Jumlah itu
sama dengan pasukan Perang Badar. Baiatnya bersifat terbuka, meskipun
sebenarnya Imam Mahdi enggan dijadikan pemimpin. Kalau ada yang
mengaku-aku Imam Mahdi, itu omong kosong.

Apakah kelak Imam Mahdi akan memimpin kekhalifahan Islam?
Ya. Sebelum itu ia akan memimpin beberapa peperangan dalam rangka
meruntuhkan Tatanan Dunia Baru ini. Perang meruntuhkan maalikan
jabariyan (penguasa diktator) ini dimaksudkan untuk mewujudkan The Next
World Order (Tatanan Dunia Kelak).

Peperangan apa saja itu?
Ada empat perang besar. Pertama, perang melawan penguasa semenanjung
Arab. Kaum Muslimin menang. Kedua, perang melawan penguasa zhalim
Persia, juga menang. Ketiga, pe rang melawan Rum atau Eropa, juga
menang. Terakhir perang melawan Dajjal dan 70 ribu tentara Yahudi.

Ketika Imam Mahdi sedang berkonsolidasi di Damaskus (Suriah), waktu
shalat Shubuh tiba. Iqamat dikumandangkan, lalu Imam Mahdi hendak maju
menjadi imam. Muncul tanda besar kedua akan terjadinya hari kiamat,
yaitu Isa 'Alaihissallam (As) turun di Menara Putih, masjid sebelah
timur Damaskus.

Imam Mahdi memohon agar Isa yang menjadi imam shalat. Namun Isa As
menolak, "Demi Allah, inilah kelebihan ummat Muhammad, sebagian engkau
menjadi pemimpin sebagian ummat lainnya. Engkau pemimpin ummat ini,
Imam Mahdi, Engkau yang memimpin shalat. Aku menjadi ma'mum."

Sesudah shalat, mereka bertolak menuju hari bertemunya dua pasukan.
Yaitu pasukan kaum Muslimin yang dipimpin Imam Mahdi dan Nabi Isa As,
melawan pasukan Yahudi yang dipimpin Dajjal.

Perang ini terjadi dimana?
Persisnya saya tidak tahu, tetapi tidak jauh dari Baitul Maqdis.
Menurut hadits, ketika melihat Isa As dari kejauhan, Dajjal "mengkerut"
lalu berusaha kabur. Ia dikejar terus oleh Nabi Isa sampai akhirnya
terbunuh di pintu Lod, salah satu pintu masuk ke Baitul Maqdis. Dajjal
tewas tertusuk tombak. Nabi Isa As lalu mengangkat tinggi-tinggi tombak
itu, supaya orang-orang yang selama ini percaya pada Dajjal dan
menganggapnya sebagai Tuhan, menyadari bahwa sikap itu keliru.

Kekhalifahan nanti pusatnya dimana?
Pusatnya di Baitul Maqdis.

Setelah umur ummat Islam berakhir, apa yang terjadi kemudian? Menurut
hadits, setelah khilafah berdiri, kemakmuran akan terjadi dimana-mana.
Pada masa itu tetap ada orang kafir, sampai pada masa tertentu Allah Swt
mendatangkan tanda akhir zaman, yaitu hembusan angin sepoi-sepoi
dari arah Yaman (selatan). Itu terjadi setelah wafatnya Isa Ibnu Maryam.
Semua orang Islam, hatta yang hanya punya keimanan sebiji zarah,
akan menghirup udara itu dan meninggal dengan damai.
Ya sudah, selesai. Berakhirlah umur ummat Islam.

Di dunia tinggal ummat yang kafir 24 karat. Terjadilah kekacauan dan
kehancuran luar biasa, karena tidak ada lagi amar ma'ruf nahiy munkar.
Nabi menggambarkan, saat itu manusia tak akan malu-malu bersenggama
seperti keledai di jalanan. Makkah dan Madinah dihancurkan, sehingga
datanglah kiamat yang mengerikan. Alhamdulillah, ummat Islam tidak akan
mengalami fase penghancuran yang amat mengerikan itu.

Tidak banyak ulama atau ustadz yang concern bicara tentang tema akhir zaman.

Ihsan Tandjung pun menyadari hal itu. Bahkan ia kerap mendengar
celoteh masyarakat, yang mengungkapkan ketidaksukaannya kepada muballigh
yang bicara tentang akhir zaman, syurga, dan neraka. "Masyarakat kita
menganggap kehidupan akhir zaman sebagai hal yang tidak penting,"
Ihsan menyimpulkan.

Meski begitu, Ihsan tetap percaya diri untuk terus maju. Imam Mahdi,
Dajjal, Armageddon, kiamat, adalah kosakata yang kerap meluncur dari
bibirnya ketika ceramah. "M asyarakat harus terus diingatkan," alasannya.

Ihsan juga terus mengingatkan agar kaum Muslimin waspada terhadap fitnah
kaum Yahudi yang mengepung dari segala penjuru. "Dunia saat ini memang
sangat tidak ramah terhadap nilai-nilai keimanan," ujarnya sewaktu
ceramah di sebuah instansi pemerintah di Jakarta.

Konflik kaum Muslimin dengan Yahudi memang sudah sunnatullah. Ihsan
menyebutnya sebagai sunnah at-tadafu' al-insany (ketentuan Ilahi berupa
pergolakan antarmanusia). "Konflik antara ummat Islam dan Yahudi
Adalah konflik hakiki," kata penulis buku "Pertarungan Abadi" ini.

Selain tema-tema memahami zaman, Ihsan juga rajin menyerukan digalangnya
ukhuwwah antar harakah Islam. Menurutnya, jika kita menghayati desain
besar Allah untuk mengakhiri zaman ini, maka berbagai friksi dan
ketegangan yang terjadi di antara gerakan Islam menjadi kurang relevan.
"Kita harus semakin rajin merapatkan barisan, seperti pada shalat
berjama'ah," katanya.

Menurut Anda, kenapa tema tentang akhir zaman kurang disukai oleh
masyarakat?

Tidak aneh, sebab itu sudah diisyaratkan Nabi sejak
berabad-abad yang lalu. Kata Rasulullah Saw, "Dajjal tidak akan muncul
sebelum ummat manusia lupa membicarakan Dajjal dan imam-imam di mimbar
pun tidak menerangkan lagi tentang Dajjal."

Rasulullah juga sudah menganjurkan agar kita berdoa usai membaca tahiyat
akhir di setiap shalat, seperti diriwayatkan Imam Bukhari. Isi doa itu
adalah permohonan agar kita terhindar dari fitnah jahanam, fitnah dunia,
dan fitnah Dajjal. Sayang, ummat Islam sering mengabaikan masalah ini.

Kenapa Anda concern bicara tentang tema ini?
Huru-hara akhir zaman itu sudah sangat dekat. Ummat harus diingatkan.
Kalau tidak, saya khawatir mereka tidak sanggup mengantisipasi huru-
hara atau munculnya Imam Mahdi itu. Misalnya, bila nanti Imam Mahdi
muncul, mereka tidak bergabung tetapi malah mencaci maki. Bisa saja
nanti CNN akan memberitakan bahwa Imam Mahdi itu seorang teroris. Kalau
kita ikut-ikutan, kan repot.

Selama ini, tema akhir zaman biasanya cuma menjadi serpihan-serpihan
lepas dari tema yang lain. Padahal Nabi telah menjelaskan kepada kita
akan adanya grand design dari Allah. Mestinya ummat berlomba-lomba untuk
menyesuaikan diri dengan grand design itu, yang pasti akan tetap
berjalan terlepas apakah kita setuju atau tidak.

Kita jangan cuma mengandalkan otak sendiri dalam merancang perjuangan.
Kekalahan ummat Islam saat ini sudah amat parah, bagaimana otak kita
akan mengalahkan musuh? Kalau kita di suruh membuat pesawat F-16, Belum
tentu dalam waktu 100 tahun bisa. Tentu saja kita tidak boleh menjadi
fatalis. Kita harus berbuat semaksimal mungkin. Dan ada satu momentum
yang harus diantisipasi. Begitu momentum itu datang, namun kita tolak,
maka berarti kita kehilangan peluang untuk menjemput kemenangan. Kita
harus terlibat di dalamnya.

Ada sebagian orang berpendapat, hadits-hadits tentang akhir zaman itu
derajatnya tidak sampai mutawatir. Bagaimana menurut Anda? Saya ini
bukan ahli hadits ya. Tetapi tanda-tanda akhir zaman yang ditulis para
ulama rasa-rasanya tidak pernah luput membahas tentang Imam Mahdi.

Apa yang seharusnya dilakukan ulama, berkaitan dengan huru-hara akhir
zaman? Mestinya para ulama banyak berbicara tentang ini, harus bisa
menjadi sumber ilmu bagi kita. Anehnya, justru orang yang menulis
buku-buku akhir zaman berasal dari orang teknik. Misalnya Amin Muhammad
Jamaluddin, penulis buku "Umur Ummat Islam", berlatar belakang insinyur.
Belakangan ia baru menempuh S-2 di Fakultas Da'wah Universitas Al-
Azhar, Kairo. Bukunya itu betul-betul spektakuler dan menjadi
best-seller.

Kenapa bukan ulama yang menulis itu? Jangan-jangan ini sebuah isyarat
bahwa kelak ketika Imam Mahdi datang, beberapa ulama akan menolak
sebagaimana pendeta-pendeta Yahudi-Nasrani menolak Nabi Muhammad.
Tidak mustahil pula ada aktivis harakah yang akan menolak kedatangan
Imam Mahdi itu. Dan sebaliknya, orang Islam yang saat ini masih
bergelimang kemaksiatan tidak mustahil bisa menjadi prajurit-prajurit
yang bergabung dalam barisan Imam Mahdi. Beragama itu bukan urusan ilmu
semata, tapi juga amal.

Anda pernah mendiskusikan dengan para ulama tentang kekhawatiran di
atas?

Secara formal belum.

Anda berencana melakukannya suatu saat?
Pasti. Tapi tunggu dulu lah, sebab sebagian mereka sekarang sedang Sibuk
menyongsong 2004 (sambil tersenyum). Nanti kalau suasananya sudah adem.

Dengan tema ceramah futuristik tentang akhir zaman, apakah pernah ada
orang yang menilai Anda sebagai ustadz yang suka menjadi pengkhayal?
Alhamdulillah belum ada. Tetapi banyak yang bertanya, misalnya tentang
kemunculan Isa Al-Masih. Bukankah ini bertentangan dengan dalil Al-
Quran yang menyatakan bahwa Muhammad adalah Nabi terakhir? Tidak, karena
Isa As nanti datang tidak menjadi Nabi yang membawa kitab baru. Ia
menyempurnakan tugas yang belum sempat dikerjakan dulu, yaitu mengajak
kembali ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) untuk masuk Islam.

Ada pula sunnah yang belum dikerjakan Isa As, yaitu menikah. Padahal
beliau kan pengikut syariat Muhammad. Ada beberapa hadits shahih yang
berisi tentang Isa as akan menikah.

Isa As akan turun dalam usia 33 tahun, persis seperti usia ketika dia
dulu diangkat Allah Swt ribuan tahun lalu. Ibarat tape recorder, Isa as
sekarang ini sedang "pause", nanti turun akan "play" lagi. Kelak,
menurut hadits, Isa As akan wafat dan dimakamkan di dekat pemakaman
Rasulullah, Abu Bakar, dan Umar di Masjid Nabawi. Saat ini tempat itu
masih kosong, dan memang disediakan untuk Nabi Isa As.

Ihsan Tandjung dilahirkan di Kualalumpur (Malaysia), 24 Agustus 1961.
Masa kecil sampai remaja bungsu dari lima bersaudara ini banyak
dihabiskan di luar negeri. Maklum, ayahnya, Zainal Arifin Tandjung
(almarhum) adalah seorang diplomat. Ibunya, Zulhana Nasution. Keluarga
diplomat ini baru bisa tinggal tetap di Jakarta setelah sang kepala
keluarga pensiun. Saat itu Ihsan duduk di bangku SMA. Lulus sekolah
lanjutan atas, Ihsan melanjutkan kuliah di Fakultas Psikologi
Universitas Indonesia.

Selama di kampus, pria ramah ini banyak terlibat dalam kegiatan
keruhanian. Namun, karena semakin gelisah berhadapan dengan ilmu
psikologi yang sudah banyak dipengaruhi pemikiran sekuler dan atheis,
Ihsan berhenti kuliah. Ia menekuni bahasa Inggris di universitas yang
sama, dan bahasa Arab di LIPIA, Jakarta.

Pada tahun 1984, Ihsan kerap mengisi pembinaan ruhani pelajar SMA di
wilayah Jakarta dan sekitarnya. Sejak itulah ia terbiasa tampil di atas
mimbar. Bahkan kemudian Ihsan sering diundang ceramah ke luar negeri.

Saat ini wajahnya kerap menghiasi layar televisi. Bagi pelanggan
Al-Quran Seluler via telepon genggam, suaranya tentu tak asing lagi.
Sebuah situs berita di internet bernama Eramuslim juga memintanya
menjadi konsultan keluarga. "Yang ini lebih banyak ditangani istri
saya," kata suami Siti Aisyah Nurmi Bachtiar ini.

Kini jadwal ceramahnya semakin padat. Tak jarang, dia sudah harus
meninggalkan rumah sebelum Shubuh untuk mengisi ceramah. Bulan Ramadhan
mendatang, jadualnya sudah full. Ketika Hidayatullah mewawancarainya,
Ihsan secara berurutan dalam sehari harus mengisi pengajian di tiga
tempat yang berbeda. Di sela-sela acara itu, Ihsan menyempatkan pulang
sejenak untuk "menyapa" keluarganya. Baru kemudian berangkat ceramah lagi.

Ihsan Tandjung tinggal di Kelapa Dua, Depok (Jawa Barat), bersama istri
dan sembilan anak yang sangat dicintai dan mencintainya.

Jadwal ceramah Anda cukup padat. Apakah tidak pernah merasa letih untuk
berda'wah? Kalau letih fisik ya jelas dong. Tetapi letih dalam arti
mental, alhamdulillah tidak. Bagi saya, da'wah adalah kegiatan yang
sudah melekat dalam hidup.

Apa resepnya agar tetap bersemangat di jalan da'wah?
Terus membuka mata dan telinga. Akan tampak jelas di depan saya, kondisi
masyarakat sangat memprihatinkan. Itu membuat saya berpikir, ternyata
da'wah kita ini belum apa-apa. Malah saat ini aktivis da'wah dituduh
menjadi teroris.

Anda juga aktif berda'wah di luar negeri. Punya pengalaman yang
mengesankan? Banyak. Orang-orang Islam di luar negeri ramah-ramah. Saya
pernah bertemu orang Turki di sebuah masjid di Jerman. Ketika dia tahu
bahwa saya orang Indonesia, dia langsung mengajak saya ke sebuah ruangan.
Dia menunjukkan peta wilayah kekhalifahan Turki Utsmany yang membentang
dari Maroko (Afrika) sampai Maluku (Indonesia). "Inilah wilayah kita,
tapi dulu," begitu katanya.

Ketika di Arizona (AS), saya ketemu dengan seorang pemuda yang mengaku
lahir di Palestina. Saya memperkenalkan diri dengan nama panggilan di
rumah, yaitu Abu Izzuddin. Karena salah satu anak saya bernama Izzuddin
Al-Qassam. Dia langsung memeluk saya, erat sekali. "Ketika Anda menyebut
nama salah seorang tokoh pejuang yang betul-betul membela Palestina,
saya jadi yakin bahwa orang seperti Anda inilah yang akan ikut
membebaskan Palestina," katanya.

Ada pengalaman yang tidak menyenangkan?
Ada, masih di AS, sekitar tahun 1994. Saya diundang ceramah di Islamic
Centre oleh orang Malaysia di sana. Dia berkata, "Maaf Ustadz, yang
dengerin ceramah cuma orang Indonesia." "Kenapa?" saya tanya. "Kalau
kita mengadakan acara pengajian terbuka, Muslim dari berbagai negara
pasti datang kecuali dari I ndonesia. Kalau ustadznya dari Indonesia
Dan undangannya dikhususkan untuk orang Indonesia, insya Allah mereka
akan datang." Kenapa bisa begitu? Dia menjawab, "Karena orang Indonesia
jarang ke masjid."

Rupanya, orang Indonesia kalau kumpul ya sesama orang Indonesia saja.
Itupun tidak di masjid. Menurut pandangan teman Malaysia itu, orang
Indonesia di luar negeri seperti katak dalam tempurung. Ini fenomena
yang memang sering saya jumpai. Kalau kita ke Islamic Centre atau
masjid, kita akan mudah menjumpai kaum Muslimin dari Arab, Mesir,
Pakistan, Bangladesh, tetapi jarang menemui orang Indonesia. Ini
sekaligus kritik kepada para da'i, termasuk saya. Kita harus lebih
gencar menyerukan kepada orang Indonesia ini agar gemar shalat di masjid.*



> copyright@http://dolinktome.com<
Read more

WARNING!!! Zat Babi Ada dalam Sebatang Rokok. Merokok Berarti Menghisab Babi

0

BELANDA [voa-islam.com] – Kabar penting ini harus dicamkan bagi para perokok yang alergi terhadap fatwa haram merokok. Sebuah penelitian ilmiah mengungkap, bahwa dari sebuah jasad babi ternyata bisa diolah menjadi 185 produk, di antaranya adalah untuk rokok.

Penemuan penggunaan darah babi dalam pembuatan filter rokok ditemukan peneliti Belanda, Christien Meindertsma, secara tak sengaja. Perempuan ini sebenarnya sedang meneliti seekor babi berkode "Pig 05049" di sebuah peternakan di Belanda.

Di laman pribadinya, Meindertsma menyatakan telah meriset selama tiga tahun semua produk yang dihasilkan dari seekor babi tersebut. Hasil riset itu kemudian dibukukan, lengkap dengan grafik dan gambar produk, kemudian dipamerkan dalam sebuah pameran.

Tujuannya sederhana, menunjukkan pada orang bagaimana sebuah produk dibuat dan "dibungkus" dan dari mana dia berasal, sehingga orang bisa tahu. Untuk menunjukkan itu, Meindertsma mendekati subjek ke skala satu ekor binatang yang dalam hal ini seekor babi bernama "Pig 05049."

...Meindertsma mencatat jasad babi itu menjadi 185 produk berbeda! Mulai dari rokok, bubuk mesiu, cat mobil, permen karet, porselen, yogurt, kosmetik, kondisioner, sampai biodiesel. Tak lupa Meindertsma menampilkan foto-foto produk itu....

Setelah kematian babi tersebut, jasadnya dikapalkan dalam beberapa bagian ke penjuru dunia. Beberapa bagiannya tetap dalam bentuk dan fungsi aslinya (sebagai daging), sebagian lagi berubah secara dramatis.

Meindertsma mengikuti produk itu, mulai dari perusahaan yang menangani hewan mati sampai ke perusahaan kecil yang memproduksi sesuatu menggunakan bagian dari jasad itu. Perempuan itu mencatat jasad babi itu menjadi 185 produk berbeda! Mulai dari rokok, bubuk mesiu, sabun, obat, kertas foto, katup jantung, cat mobil, permen karet, porselen, yogurt, marshmellow, kosmetik, kondisioner, sampai biodiesel. Tak lupa Meindertsma menampilkan foto-foto produk itu.

Apa pelajaran yang diperoleh perempuan asal Rotterdam ini? "Banyak tahapan antara bahan mentah dan produk akhir di produksi komersil modern. Karena banyak tahapan, pengetahuan menghilang. Sebagai contoh, peternak babi tak tahu semua produk akhir yang terbuat dari babi mereka karena mereka tak tahu babi itu dibawa ke mana," kata perempuan 29 tahun lulusan Akademi Desain Eindhoven itu.

Meindertsma pun sekarang memilih produk yang diproduksi secara lokal. Baju hangatnya sekarang buatan Belanda, bukan lagi Selandia Baru.

Dan ketekunan Meindertsma membuahkan sebuah penghargaan: Index Award 2009. Dan risetnya juga menggelinding menjadi soal sensitif: terungkapnya 185 produk mengandung babi yang diharamkan Islam dan Yahudi.

Ada Darah Babi di Filter Rokok

Di tempat terpisah, seorang peneliti di Australia melansir penelitian mengenai rokok yang diduga mengandung darah babi. Kandungan babi yang diharamkan umat Islam ini ditemukan di filter rokok.

Profesor di bidang Kesehatan Publik, Universitas Sydney, Simon Chapman, menunjuk pada riset terbaru yang mengidentifikasi 185 penggunaan bagian dari babi, termasuk dalam pembuatan filter rokok. Penemuan ini, kata Chapman kepada News.com.au, bisa berdampak pada kelompok Islam dan Yahudi.

...Riset terbaru mengidentifikasi 185 penggunaan bagian dari babi, termasuk dalam pembuatan filter rokok...

"Komunitas Yahudi jelas akan menilai masalah ini sangat serius dan komunitas Islam akan menilainya sangat mengganggu," kata Chapman, Rabu 31 Maret 2010.

Penemuan ini, kata Chapman, membuka bobrok industri rokok yang tidak diwajibkan mencantumkan komposisi dalam rokok. "Mereka mengatakan, "ini bisnis kami dan sebuah rahasia dagang"."

Darah babi ini, kata Chapman, setidaknya ditemukan di satu mereka rokok dijual di Yunani. Darah babi dipastikan dipakai dalam pembuatan rokoknya.

Sebuah riset di Belanda menemukan darah babi ini dipakai untuk membuat filter lebih efektif menangkap kimia berbahaya sebelum asap masuk ke tenggorokan. Artinya, temuan ini jelas tak berlaku untuk rokok yang tidak menggunakan filter.

MUI: Jika Mengandung Babi, Rokok Haram Mutlak

Menanggapi temuan riset di Belanda tentang adanya hemoglobin babi dalam filter rokok, langsung menjadi kajian ulama di berbagai negara. Jika filter rokok di Indonesia mengandung bahan yang sama, Majelis Ulama Indonesia siap menyatakan haram mutlak.

"Kalau rokok dengan filter dari darah babi itu jadinya haram mutlak," kata Ketua MUI Ma'ruf Amin, Kamis (1/4/2010).

Terkait dengan temuan riset terbaru itu, MUI akan segera meminta masukan dari berbagai pihak. "Kita akan meminta masukan banyak pihak yang bisa menjelaskan hal ini," jelasnya.

Menurut Ma'ruf, hasil dari Ijtima Ulama MUI menyimpulkan rokok adalah ikhtilaf. Artinya rokok ada di tengah-tengah antara posisi makruh dan haram. Ulama sepakat mengharamkan rokok dalam 3 situasi.

"Yang sudah diharamkan itu merokok di tempat umum, merokok bagi ibu hamil, dan merokok bagi anak-anak," pungkas Ma'ruf.


> Copyright@http://www.voa-islam.com <


Read more
[tt]


[/tt]
 
Copyright 2009 Self World
Design by vJ@Design